Salah satu lahirnya Teknologi
adalah hasrat manusia untuk mendapatkan kemudahan. Namun produk-produk hasil kemajuan
teknologi terkadang justru menjadi beban bagi manusia yang memakainya. Situasi
berikut ini sebagian conto kehidupan teknologi yang menjadi problematika manusia
menjadi tampak kehilangan kendali dirinya. Seorang eksekutif sedang
terburu-buru menyelesaikan pekerjaanya. Tiba-tiba Telepon selularnya berdering
yang bersamaan surat Urgent masuk pada email atau mesin faksnya. Konsentrasipun
terpecah. Situasi tersebut terus berulang, bak ombak lautan yang tiada henti.
Lambat laun keadaan seperti ini terasa sebagai hantaman bertubi-tubi yang
mengantarkan sang eksekutif menjadi depresi. Dalam jangkan panjang keadaan itu
bukan hanya menggilas kecerdasan intelektualnya tapi juga emosinya yang menjadi
tampak bodoh, serba salah, panik dan buta emosi. Dalam kondisi inilah sangat
dibutuhkan seseorang untu rileks. Struktur otak "Amigdala berperan sangat
penting dalam situasi darurat emosi, ia merupakan brain's emotional memory bank
- tempat menyimpan semua kenangan kejayaan maupun kegagalan, harapan, dan
ketakutan. Dengan melatih Energi Spiritual kita melalui proses pemfusan pikiran
Meditasi di training QSP menstimulus adanya penyetelan ulang saraf yang mampu
memulihkan diri sadar lebih cepat dan hasil dari pembelajaran ini semua adalah
tahan dengan situasi situasi buruk sekalipun. Meditasi relaksasi adalah cara
untuk mengasah agar potensi pikiran prasadar atau intuisi itu menjadi lebih
tajam.
Tentu saja pembelajaran atau dalam latihan Meditasi relaksasi ini bukan
semcam tindakan satu kali untuk selamanya. Ia terus dibutuhkan seiring dengan
endapan-endapan residu pikiran akibat tekanan-tekanan stres yang rutin pula
kita rasakan. Artinya pula, metode Meditasi yang diajarkan di Training QSP
suatu kebutuhan rutin sebagai pembersih psikologis kita dari belenggu-belengu
yang membebani kita selama ini.
Salah satu bentuk terbangunnya
dari proses latihan penenangan diri ini adalah terbangunnya potensi karakter
unggul dan banyak orang mengira kreativitas dilahirkan dari intelektualitas.
Jadi kreatif adalah sebuah potensi dasar atau daya spiritual manusia. Yang
selalu terbelenggu dengan keadaan kehdupan seoarang seakrang yang selalu
mencari kepuasan yang salah yang berujung prustasi, stress dan depresi. Untuk
itu potensi ini harus sering di cleansing, dilatih dan didisiplinkan guna
membangunkan dan menegakkan raksasa kegeniusan dalam diri kita yakni
kreativitas dan daya cipta yang luar biasa dan telah diberikan Tuhan.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bottom Line adalah istilah bisnis
yang menjadi trend yang bisa diartikan hasil inti dari sebuah bisnis. Ukuran
Evolusi seiring dengan berkembangnya perumusan tujuan bisnis yang dipengaruhi
oleh konteks tiap periode. Pakar Leadership Bisnis William dan Debra Willer
membagi evolusi itu menjadi empat periode:
1. Peternal Mekanistik (1900)
Rumusan tujuan Bisnis yang
berlaku adalah menghasilkan Maksimalisasi keuntungan.
2. Humanistik (1950 - 1960)
Ukuran Bottom Line bertambah
yakni Selain Keuntungan juga memperhatikan kepuasan pelanggan. Di era ini mulai
ada lembaga pemeringkat Perusahaan terbaik di dunia dan sekitar 100 Perusahaan
Terbaik didunia tersebut juga mulai diadakan penelitian dari sisi managementnya.
3. Holistik (1980 - 1990)
Ukuran Bottom Line: mulai
memperhatikan semua peran penting dalam bisnis atau sebuah perusahaan yakni
Pegawai, pelanggan, masyarakat dan lingkungan.
4. Era menjelang Akhir Abad 20
Dunia bisnis mulai memperhatikan
konteks Berbasis Spiritual. Bisnis dijalankan untuk memperoleh kepuasan
Spiritualitas dengan tidak mementingkan diri sendiri. Operasi bisnis digerakkan
oleh suatu motivasi trancendental yang mengacu pada sumber penciptaan. Ini
merupakan fenomena alamiah manusia untuk mencari tanpa henti perbaikan dalam
hidupnya. Ukuran Bottom Line: Kemurnian/Kesucian serta bersatunya pemikiran,
ucapan dan perbuatan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar