Senin, 08 Februari 2016

Cara Pemecahan Masalah yang Bijak

Pemecahan Masalah
Setiap manusia yang ada didunia ini akan menghadapi berbagai macam persoalan. Mulai dari masalah kecil sehari-hari sampai masalah besar. Jika seseorang telah merasa persoalan yang dihadapinya berat, maka dia akan mencari orang lain untuk membantu memecahkan persoalannya, mungkin dia akan meminta bantuan temannya, tetangga, keluarga atau bahkan meminta bantuan pada seorang ahli, seperti psikolog yang profesional. Penggunaan jasa konsultasi psikolog dalam menghadapi masalah seperti ini jarang di manfaatkan oleh masyarakat di Indonesia. Kebanyakan hanya masyarakat kota yang berpendidikan tinggi, yang menggunakanya. Hal ini disamping karena psikologi (dari barat) masih banyak belum dikenal orang, juga karena di dalam masyarakat sendiri ada orang-orang tertentu yang dapat juga berperan sebagai “psikolog”, yang senantiasa diminta pertolongannya untuk memecahkan berbagai macam persoalan. Misalnya Pemuka Masyarakat, Orang Pintar atau Kyai.

Di dunia Perkumpulan Meditasi, peranan “psikolog” tersebut tidak lain terdapat pada seorang Guru Spiritual Meditasinya. Banyak orang datang pada seorang Guru Spiritual, tidak hanya untuk belajar Meditasi, tetapi untuk memecahkan masalah yang sedang melanda kehidupan mereka, seperti: persoalan-persoalan yang ingin mereka pecahkan secara instant. Persoalan-persoalan tersebut bervariasi, mulai dari masalah kecil sehari-hari. Misalnya masalah keluarga bagaimana memberi nama anak yang baru lahir sampai anak yang belum mendapatkan sekolah, anak yang tidak menurut orang tua, anak yang juga belum mendapat jodoh, sampai masalah istri/suami yang menyeleweng. Juga masalah ekonomi keluarga karena suami menganggur karena di PHK, atau pengusaha yang sedang bangkrut. Persoalan-persoalan ini pada umumnya membawa dampak pada gangguan-gangguan kejiwaan seperti stress, tidak dapat tidur (insomnia), kesedihan yang berlarut-larut (depresi), rasa putus asa, frustasi, ingin bunuh diri atau bahkan sudah menjurus ke arah gangguan jiwa berat (schizophrenia). Juga berbagai masalah penyakit fisik seperti penyakit jantung, stroke, diabetes, hipertensi, migrane (kepala pusing separo), dll.

Dengan usaha pemecahan masalah baik fisik, psikologis, maupun sosial ini bukan berarti praktek meditasi ini sama dengan praktek-praktek perdukunan, tetapi melainkan   dengan adanya pemecahan masalah lewat program kegiatan bermeditasi ini seseorang akan lebih tenang dan diharapakan lebih bijak dengan kesadaran yang penuh dan terkontrol. Dan bukan berarti kemudian orang tidak mempunyai masalah sama sekali. Dalam realitas tidaklah demikian. Setelah masalahnya terselesaikan, orang yang mengamalkan laku Meditasi ini, tetap saja menghadapi masalah silih berganti selama dia masih hidup di dunia. Tetapi bedanya, dengan bermeditasi seseorang dapat lebih kuat dan lebih tahan menghadapi berbagai macam persoalan, serta bertambah khusyu’ dalam beribadah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar