Katarsis
Proses katarsis sangat dikenal dalam psikologi, terutama dalam aliran psikoanalisis. Maksudnya adalah adanya pelepasan emosi-emosi yang terpendam. Proses katarsis sangat penting bagi orang-orang yang sedang menghadapi masalah emosional. Pada umumnya orang-orang yang menghadapi masalah yang sangat berat atau menghadapi situasi yang menyedihkan, mengecewakan, menjengkelkan atau seringkali tidak mau atau tidak bisa mengungkapkanya kepada orang lain. Mereka lebih senang memendamnya dalam hatinya sendiri atau berusaha melupakanya. Tapi justru dengan menekan segala macam perasaan, emosi pikiran-pikiran yang menggangu alam bawah sadarnya, maka timbul berbagai macam gangguan-gangguan psikologis, seperti depresi, kecemasan atau berbagai bentuk penyakit fisik seperti: penyakit jantung, liver atau tekanan darah tinggi.
Proses katarsis sangat dikenal dalam psikologi, terutama dalam aliran psikoanalisis. Maksudnya adalah adanya pelepasan emosi-emosi yang terpendam. Proses katarsis sangat penting bagi orang-orang yang sedang menghadapi masalah emosional. Pada umumnya orang-orang yang menghadapi masalah yang sangat berat atau menghadapi situasi yang menyedihkan, mengecewakan, menjengkelkan atau seringkali tidak mau atau tidak bisa mengungkapkanya kepada orang lain. Mereka lebih senang memendamnya dalam hatinya sendiri atau berusaha melupakanya. Tapi justru dengan menekan segala macam perasaan, emosi pikiran-pikiran yang menggangu alam bawah sadarnya, maka timbul berbagai macam gangguan-gangguan psikologis, seperti depresi, kecemasan atau berbagai bentuk penyakit fisik seperti: penyakit jantung, liver atau tekanan darah tinggi.
Di dalam konseling psikologis, seringkali seorang konselor hanya
berperan sebagai media katarsis atau penampung segala macam keluhan
klien yang mengungkapkan segala macam perasaan, emosi atau
pikiran-pikiran yang mengganggunya. Setelah mengekpresikan diri dengan
bebas dan menceritakan segala macam pikirannya, pada umumnya mereka akan
merasa lebih ringan. Meskipun masalahnya belum terselesaikan, tetapi
paling tidak beban bathinnya bisa berkurang. Apalagi orang itu sampai
menangis. Para konselor biasanya akan membiarkanya sampai orang tersebut
merasa lega. Hal ini sangat penting sebagai landasan untuk
menyelesaikan persoalannya itu sendiri. Dengan tersalurnya emosi-emosi
yang terpendam ini, maka orang bisa berpikir lebih jernih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar