Kontrol diri merupakan salah satu aspek psikologi yang selalu
berkembang sejak kanak-kanak hingga dewasa. Seorang anak pada umumnya
masih belum mempunyai kontrol diri yang baik, sehingga apa saja yang
di-inginkan, apa saja yang dipikirkan, dan apa saja yang di dalam hati,
semuanya diekspresikan keluar secara spontan. Misalnya saja seorang anak
yang ingin makan, maka dia tidak peduli apakah ibunya sedang menerima
tamu atau sedang sholat, langsung saja dia berteriak minta makan.
Demikian juga kalau dia merasa jengkel, kadang-kadang mainannya yang
disenangi dibantingnya sendiri. Ketika menginjak masa remaja, kemampuan
mengontrol diri ini sangat diperlukan, karena dorongan-dorongan dan
nafsu-nafsu keinginannya semakin menggejolak. Terutama dorongan seksual
dan dorongan agresif, jika seorang remaja tidak mempunyai kontrol diri
yang baik, maka dia akan dikuasai oleh dorongan-dorongan ini, sehingga
akibatnya timbullah beraneka ragam macam bentuk kenakalan remaja,
misalnya perkelahian, hamil sebelum nikah dan sebagainya. Kontrol diri
ini kalau tidak berkembang dengan baik akan menghambat proses
pendewasaan seseorang, karena salah satu indikasi dari taraf kedewasaan
seseorang adalah sejauh mana kemampuannya mengontrol diri sendiri.
Semakin bertambah dewasa seseorang, maka semakin pandai dia menguasai
dan mengendalikan dirinya sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar