Senin, 08 Februari 2016

Kontrol diri (Self Control)

Kontrol diri merupakan salah satu aspek psikologi yang selalu berkembang sejak kanak-kanak hingga dewasa. Seorang anak pada umumnya masih belum mempunyai kontrol diri yang baik, sehingga apa saja  yang di-inginkan, apa saja yang dipikirkan, dan apa saja yang di dalam hati, semuanya diekspresikan keluar secara spontan. Misalnya saja seorang anak yang ingin makan, maka dia tidak peduli apakah ibunya sedang menerima tamu atau sedang sholat, langsung saja dia berteriak minta makan. 


Demikian juga kalau dia merasa jengkel, kadang-kadang mainannya yang disenangi dibantingnya sendiri. Ketika menginjak masa remaja, kemampuan mengontrol diri ini sangat diperlukan, karena dorongan-dorongan dan nafsu-nafsu keinginannya semakin menggejolak. Terutama dorongan seksual dan dorongan agresif, jika seorang remaja tidak mempunyai kontrol diri yang baik, maka dia akan dikuasai oleh dorongan-dorongan ini, sehingga akibatnya timbullah beraneka ragam macam bentuk kenakalan remaja, misalnya perkelahian, hamil sebelum nikah dan sebagainya. Kontrol diri ini kalau tidak berkembang dengan baik akan menghambat proses pendewasaan seseorang, karena salah satu indikasi dari taraf kedewasaan seseorang adalah sejauh mana kemampuannya mengontrol diri sendiri. Semakin bertambah dewasa seseorang, maka semakin pandai dia menguasai dan mengendalikan dirinya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar