Masalah makna hidup ini banyak dibahas dalam ilmu psikologi
Eksistensial. Salah seorang tokohnya yang banyak membahas masalah
tersebut adalah Victor Frankl, seorang psikiater dari Austria. Menurut
Frankl pada dasarnya manusia selalu menginginkan hidupnya selalu
bermakna. Hidup yang tidak berarti membuat orang mengalami kehampaan
eksistensial dan selanjutnya akan menimbulkan frustasi eksistensial
(frustasi kerena tidak bisa memenuhi keinginanya kepada makna)
Dalam kehidupan modern yang penuh dengan berbagai macam kemajuan ilmu
dan teknologi ini, ternyata banyak orang yang memiliki pangkat tinggi
serta memiliki ilmu yang banyak serta harta yang berlimpah, tapi mereka
mengalami kekosongan batin. Oleh karena itu menurut Frankl banyak orang
yang bisa mengalami penyakit Mr/Mrs. Excecutive desease (penyakit bapak/
ibu kaum eklusif), yaitu satu penyakit yang menghinggapi kaum eksekutif
dan pekerja profesional. Karena mereka gagal menemukan makna hidup,
kemudian mereka menemukan kompensasi dengan membenamkan diri dalam
pekerjaannya atau lari kepada alkohol, obat bius, seks dan judi.
Tradisi Meditasi juga ternyata mempunyai kepentingan dengan masalah
hidup ini. Di dalam dunia Meditasi, orang belajar menemukan eksistensi
(keberadaan) dirinya sendiri yang sejati: Siapa sebenarnya dirinya dan
apa yang harus di lakukanya pada hidup ini. Di samping itu mereka juga
mengisi jiwanya dengan selalu berdzikir kepada Tuhan, sehingga mereka
tidak lagi merasakan kekosongan batin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar