Senin, 08 Februari 2016

Makna Kehidupan

Masalah makna hidup ini banyak dibahas dalam ilmu psikologi Eksistensial. Salah seorang tokohnya yang banyak membahas masalah tersebut  adalah Victor Frankl, seorang psikiater dari Austria. Menurut Frankl pada dasarnya manusia selalu menginginkan hidupnya selalu bermakna. Hidup yang tidak berarti membuat orang mengalami kehampaan eksistensial dan selanjutnya akan menimbulkan frustasi eksistensial (frustasi kerena tidak bisa memenuhi keinginanya kepada makna)
Dalam kehidupan modern yang penuh dengan berbagai macam kemajuan ilmu dan teknologi ini, ternyata banyak orang yang memiliki pangkat tinggi serta memiliki ilmu yang banyak serta harta yang berlimpah, tapi mereka mengalami kekosongan batin. Oleh karena itu menurut Frankl banyak orang yang bisa mengalami penyakit Mr/Mrs. Excecutive desease (penyakit bapak/ ibu kaum eklusif), yaitu satu penyakit yang menghinggapi kaum eksekutif dan pekerja profesional. Karena mereka gagal menemukan makna hidup, kemudian mereka menemukan kompensasi dengan membenamkan diri dalam pekerjaannya atau lari kepada alkohol, obat bius, seks dan judi.

Tradisi Meditasi juga ternyata mempunyai kepentingan dengan masalah hidup ini. Di dalam dunia Meditasi, orang belajar menemukan eksistensi (keberadaan) dirinya sendiri yang sejati: Siapa sebenarnya dirinya dan apa yang harus di lakukanya pada hidup ini. Di samping itu mereka juga mengisi jiwanya dengan selalu berdzikir kepada Tuhan, sehingga mereka tidak lagi merasakan kekosongan batin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar